xxx

Aku merasa bagai diawan, ditemani pangeran impianku. Dia memberikan sekuntum mawar putih kesukaanku. Pangeran yang selama ini kuimpikan telah menyatakan perasaannya padaku. Aku bingung ga’ tau harus ngapain. Aku mau jawab tapi bibirku terasa kelu. “ makanlah coklat ini, baru setelah itu kau jawab pertanyaanku tadi” kata pangeranku seraya menyerahkan sebatang coklat berpita putih. Dengan bahagia kubuka perlahan-lahan bungkus coklat itu dan kumakan coklatnya. “hhmm…enak sekali coklat ini seperti coklat dari surga” kataku dalam hati. Dan perlahan-lahan aku mendengar suara tawa yang makin lama makin keras dan jelas. Dan pangeranku perlahan-lahan menghilang dan berganti dengan wajah teman-temanku. Semua teman-temanku melihatku dan mereka tertawa. Aku heran pada mereka dan seketika itu juga aku baru sadar bahwa aku baru saja melamun. Tapi mengapa aku makan coklat beneran?. “lain kali kalau ngelamun ajak kita-kita dong, biar kita juga bisa makan coklat gratis” kata Andi temenku tertawa sembari disambut tawa temen-temen yang lain. Aku melihat Rena temen dekatku pun tersenyum-senyum melihatku. Baru saja aku mau minta penjelasan pada Rena, Pak Joko guru matematikaku dating dan memberikan sebuah statement yang menggemparkan yaitu akan diadakan ulangan matematika mendadak. Teman-temanku serentak histeris. “Untung, aku udah pinter, he..he..,” pinter nyontek maksudnya karena Rena teman terdekatku sekaligus teman sebangkuku pintar matematika. Rena heran melihatku tersenyum kepadanya.

Saat bel istirahat telah berbunyi, aku langsung menarik tangan Rena.
“eh, ngapain sich kamu narik-narik tangan aku key?” kata Rena berusaha melepaskan tanganku.
“kita langsung kekantin, aku udah laper banget”
“kekantin sich kekantin tapi bilang-bilang dong. Kupikir ada berita heboh disekolah kita.”
“emang ada berita heboh kok, berita hebohnya Keyla kelaparan”
“huh, berita basi. Ya udah sana pesan makanan ntar biar aku yang cari tempat duduk”
“okey, Renaku sayang tapi kamu mau makan apa?”
“kaya’ biasanya aja dech”
“ok, wait me in a few minutes”
Setelah aku memesan makanan aku langsung menuju ketempat Rena dan langsung mengintrogasinya.
“Ren, sebenarnya tadi itu gimana sich kok bisa aku makan coklat trus temen-temen ngetawainku lagi”
“ Tadi itu aku baru masuk kekelas&temen-temen punya ide buat ngerjain kamu, habis kamu pagi-pagi dah ngelamun sih. Temen-temen tanya siapa yang bawa makanan trus aku bilang kalau aku punya coklat yang mau aku berikan pada Kevin. Tiba-tiba az coklatku direbut trus dimasukkan kemulut kamu, aku udah nyegah tapi terlambat. Ya udah aku relain az deh coklatnya lagian kapan lagi bisa ngerjain kamu, he..he..”
“huh, dasar. Awas ya nanti bakal kubalas!”
Makanan telah datang bersamaan dengan Kevin yang mendekati mereka.
“Eh, ada apa sih kok pagi-pagi dah ribut?”
“Itu vin, tadi Keyla pagi-pagi dah ngelamun trus di…”. Belum sempat Rena meneruskan ceritanya Keyla memasukkan sesendok penuh sambal kedalam mulut Rena.“Aduh, pedas!minum, minum, ambilin minum vin!pedes banget vin!”
“Ha..ha..ha..,emang enak dikerjain” kata Keyla merasa senang dan bangga kemudian memakan sotonya, namun sesaat kemudian Keyla berteriak kepedasan.
“Ha..ha..ha.., sorry Key tadi waktu kamu menyuap Rena pake’ sambal, aku menaruh sambal yang banyak disotomu” kata Kelvin menjelaskan tanpa rasa bersalah.
“Huh, kalau mau ngerjain kira-kira dong.aku tadi ngerjain Rena pake’ satu sendok sambal, masa’ kamu gantian ngerjainku pake’ 10sendok sambal?” kata Keysya kesal seraya menambah kecap pada sotonya.
“Ya udah deh, kita ga usah saling ngerjain. Begini lho vin, temen-temen sekelas tadi ngerjain Keyla dengan memasukkan coklat kedalam mulutnya dan Keyla juga enak az mengunyah coklat itu sambil ngelamun. Temen-temen tertawa melihatnya baru kemudian Keyla sadar”
“ha..ha..ha.., oh, gitu ceritanya. Emangnya ngelamunin apa sih Key, ga biasa-biasanya u ngelamun. Untung aza yang dimasukin tadi coklat, coba kalau kecoa gimana?”
“Kalau kecoa pasti aku udah muntah-muntah, berhubung tadi coklat makanya aku makan dengan nikmat, mumpung lagi gratis, he..he..he..
“Udah-udah ga usah dibahas lagi hal itu, ga enak diliatin temen-temen. Ohya Vin, maafin aku ya sebenarnya coklat itu tadi mau aku kasih kekamu tapi malah buat ngerjain Keyla. Kamu ga marah ma aku kan?” kata Rena merasa bersalah pada Kevin.
“Ga apa-apa kok Ren. Aku ga akan marah ma kamu” kata Kevin seraya mencium kening Rena.
“Hey, jangan mesum disini dong, diliatin orang banyak tuh. Kevin, kamu ga makan?”tanya Keyla sambil terus memasukkan makanan kemulutnya.
“Ga ah, ngeliatin Rena aku jadi kenyang nih. Eh, sampai lupa nanti kita nonton yuk Ren, filmnya bagus banget, film horor kesukaanmu. Nanti aku jemput jam 7 dirumahmu,ok. Keyla nanti juga ikut ya. Aku kekelas dulu, masih ada tugas yang harus kuselesaikan” kata Kevin lalu bergegas kekelasnya sebelum kekelas dia kekasir membayar makanan yang telah dipesan oleh Rena&Keyla.
“Kekelas yuk Ren” kata Keyla setelah menghabiskan es jeruknya dan akan beranjak kekasir.
“Mau kemana Key?semuanya kan udah dibayar ma Kevin”
“Oh iya, aku lupa. Kenapa aku masih sering lupa ya kalau setiap kekantin sering dibayarin Kevin. Aduh, enaknya punya pacar tampan, baik&tajir. Kapan ya aku punya pacar seperti Kevin?” kata Keyla dalam hati.
“Key, kok ngelamun sih? Katanya tadi ngajakin kekelas. Ayo!” kata Rena menggaet tangan Keyla dan mereka kemudian berjalan menuju kelas.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: